Tips Memilih Asuransi Kesehatan – Berulang kali mendapat telepon dari tenaga pemasar sebuah perusahaan asuransi membuat Rizal Suhaili, karyawan swasta di Jakarta Selatan, jadi sedikit kepikiran. “Tawaran produk asuransi kesehatan mereka sepertinya menarik karena preminya sangat murah,” ujar Rizal beberapa waktu lalu.
Selidik punya selidik, produk yang
ditawarkan kepada Rizal adalah asuransi kesehatan bersistem tunjangan
alias hospital cash plan. Belakangan, perusahaan asuransi memang getol
menawarkan jenis asuransi berpremi mikro ini. “Jadi, katanya kalau sakit
rawat inap nanti mendapat santunan sekian ratus ribu per hari,” cerita
Rizal.
Rizal sejatinya sudah memiliki asuransi
kesehatan. Namun, dia merasa manfaat rawat inapnya masih belum optimal.
Nah, perlu atau tidak bagi Rizal membeli asuransi baru tentu harus
melalui pertimbangan matang.
Diana Sandjaja, perencana keuangan
Tatadana Consulting, berujar, produk asuransi kesehatan pada prinsipnya
ada dua jenis. Pertama, sistem hospital benefit. Sistem asuransi
kesehatan ini memberi manfaat sesuai plan yang kita pilih.
Setiap plan ada perincian manfaat yang
ditanggung, mulai dari manfaat rawat inap, biaya dokter, biaya obat,
biaya laboratorium, dan seterusnya. Sistem klaim biasanya cashless alias
non-reimbursement.
Namun, kendati Anda punya banyak produk
asuransi kesehatan yang berbeda-beda, sistem ini hanya membayar sesuai
kuitansi yang dibayarkan nasabah dengan pembagian beban antar perusahaan
asuransi.
Kedua, sistem hospital cash plan. Produk
ini memberi manfaat penggantian biaya sesuai dengan jumlah hari
perawatan di rumahsakit atau setiap tindakan. Besar penggantian sudah
disepakati di awal kontrak.
Misal, Anda membeli produk cash plan
dengan besar santunan Rp 1 juta per hari. Ketika terjadi rawat inap
selama 10 hari, Anda akan mendapatkan santunan Rp 10 juta. Tidak peduli
meski total biaya rawat inap Anda hanya Rp 6 juta atau Rp 50 juta.
“Sistem ini tidak memperhitungkan total biaya rawat inap,” kata Diana.
Hingga saat ini, kebanyakan metode klaim
produk asuransi kesehatan cash plan adalah reimbursment. Yang menarik,
santunan akan tetap dibayarkan oleh perusahaan asuransi kendati biaya
rawat inap Anda telah dibayarkan oleh asuransi lain. Pasalnya, klaim
cash plan biasanya hanya mensyaratkan fotokopi kuitansi pembayaran biaya
rumahsakit.
Asuransi berskema cash plan bukan cuma
untuk risiko kesehatan. Di pasar ada juga tawaran-tawaran produk-produk
asuransi berskema cash plan yang mengkaver risiko kecelakaan hingga
penyakit kritis.
Pengganti penghasilan
Asuransi kesehatan berjenis cash plan,
menurut para perencana keuangan, cocok sebagai pelengkap asuransi
kesehatan yang sudah Anda miliki. Misalnya, dari pemberi kerja, Anda
sudah difasilitasi asuransi kesehatan dengan limit tertentu. “Hospital
cash plan bisa Anda manfaatkan untuk berjaga-jaga apabila plafon biaya
kesehatan dari kantor tidak mencukupi,” kata Budi Raharjo, perencana
keuangan OneShildt Financial Planning.
Demikian juga ketika saat ini Anda telah
menjadi peserta BPJS atau memiliki asuransi kesehatan berjenis hospital
benefit. Tambahan dana dari cash plan bisa Anda gunakan untuk melengkapi
kebutuhan biaya. Contohnya, untuk biaya naik kelas rawat inap, tambahan
biaya operasi, biaya rawat jalan, dan sebagainya.
Kedua, asuransi kesehatan cash plan bisa
sebagai pengganti penghasilan Anda yang berkurang selama Anda dirawat di
rumahsakit. Ini terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai wiraswasta,
pedagang, atau profesional. “Cocok bagi mereka yang pendapatannya ikut
terhenti ketika jatuh sakit,” imbuh Budi.
Lantas, apa saja yang perlu kita
perhatikan sebelum membeli produk asuransi kesehatan berjenis hospital
cash plan? Simak advis para perencana keuangan sebagai berikut:
Sesuai kebutuhan
Asuransi kesehatan bersistem cash plan
hanya cocok sebagai asuransi sekunder. Dus, sebelum membeli, hitung dulu
kebutuhan Anda. Misal, inflasi biaya rumahsakit menyebabkan kelas rawat
inap yang nyaman bagi Anda saat ini naik menjadi Rp 2 juta per hari.
Sedangkan asuransi kesehatan yang sudah
Anda miliki sekarang hanya memberi manfaat rawat inap Rp 1 juta per
hari. Dengan demikian, Anda cukup membeli cash plan dengan santunan Rp 1
juta per hari.
Contohnya, Cigna Hospital Life berpremi
Rp 152.000 per bulan, Produk itu memberi manfaat santunan rawat inap Rp 1
juta per hari selama maksimal 60 hari. Juga, santunan tindakan
pembedahan Rp 10 juta per satu tindakan operasi.
Ada pula produk dari Allianz Indonesia
bernama Smart Maxi Health Violet. Produk ini memberi santunan hingga Rp 1
juta per hari, tergantung dari plan yang dipilih. Namun, fitur cash
plan dari produk tersebut bersifat riders atau tambahan. “Nasabah harus
membeli produk dasar manfaat rawat inap terlebih dulu kalau mau ambil
cash plan-nya,” ujar Ambarwati, petugas layanan konsumen PT Asuransi
Allianz Life Indonesia.
Besar anggaran
Dalam perspektif perencanaan keuangan
yang sehat, biaya asuransi yang ideal maksimal memakan 10% dari
penghasilan kita dalam satu bulan. Apabila lebih dari itu, dikhawatirkan
arus kas kita bisa terganggu.
Karena itu, selain faktor kebutuhan,
membeli asuransi juga harus kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran. Di
pasar, saat ini, banyak ragam produk cash plan berpremi mikro. Sebut
saja, Dana Kesehatanku dari Allianz Indonesia, Pru Hospital Care dari
Prudential.
Lalu, ada juga Asuransi KKM dari Bank
Rakyat Indonesia (BRI), AIG Asuransi Mikro, dan sebagainya. Premi produk
mikro rata-rata di bawah Rp 500.000 per tahun. Bahkan, ada yang cuma Rp
100.000 per tahun.
Namun, manfaatnya juga mikro. Santunan
rawat inapnya rata-rata di bawah Rp 500.000 per hari. Persyaratan
asuransi jenis inipun mudah, bahkan ada yang produk yang aktivasinya
hanya melalui short message service (SMS).
Menurut Freddy Pieloor, perencana
keuangan MoneynLove Financial Consulting, besar premi sedikit banyak
menentukan besar manfaat asuransi yang kita beli. Asuransi mikro
preminya memang terjangkau. Tak heran, manfaatnya pun terbatas.
“Asuransi mikro ini menyasar kalangan bawah yang selama ini belum akrab
dengan produk asuransi,” kata dia.
Menarikkah untuk dimanfaatkan oleh kelas
menengah? Lagi-lagi Anda harus ingat, sesuaikan dengan kebutuhan manfaat
yang Anda cari. Premi murah belum tentu mencukupi manfaat asuransi yang
Anda butuhkan. “Asuransi mikro manfaatnya terbatas. Kalau Anda mampu
beli yang manfaatnya lengkap, membeli yang mikro nanti malah mubazir,”
tandas Freddy.
Kemudahan klaim
Kebanyakan asuransi kesehatan bersistem
cash plan atau santunan harian membayarkan manfaat kepada nasabahnya
melalui skema reimbursement. Alhasil, nasabah harus mengeluarkan uang
dulu untuk biaya rumahsakit, sebelum nanti mendapatkan penggantian dari
perusahaan asuransi.
Jadi, jangan malas meriset rekam jejak
asuransi dengan sistem klaim yang mudah. Rata-rata proses klaim memakan
waktu maksimal 14 hari kerja. “Pilih perusahaan asuransi yang terkemuka
agar klaimnya tidak susah,” imbuh Budi.
O, iya, pastikan Anda mengklaim asuransi
sesuai manfaat yang Anda beli. Asuransi kesehatan rata-rata hanya
memberi manfaat untuk rawat inap akibat risiko penyakit.
Jika Anda dirawat sakit akibat
kecelakaan, maka asuransi kesehatan mustahil mau menanggung biaya Anda.
“Nasabah asuransi di sini banyak yang malas membaca isi polis. Padahal,
itu hal yang wajib kita lakukan sebelum membeli asuransi,” kata Freddy.

No comments:
Post a Comment