KONSEP MANUSIA DAN KEBUTUHANNYA (KDM)
KONSEP
MANUSIA DAN KEBUTUHANNYA
Pendahuluan
Salah satu bagian yang penting
dalam paradigma keperawatan adalah manusia yang merupakan titik sentral dalam
pelayanan keperawatan. Untuk dapat memeberikan palayanan keperawatan tersebut,
perawat perlu memahami konsep manusia sebagai individu yang holistik, konsep
homeostatis, berbagai pandangan teoritis tentang manusia serta konsep – konsep
kebutuhan manusia.
Konsep
Individualitas
Untuk membantu klien mencapai,
mempertahankan atau meningkatkan taraf kesehatan yang optimal, perlu dipahami
klien sebagai individu. Tiap individu adalah mahluk yang unik yang berbeda
dengan setiap individu yang lainnya, dengan perbedaan – perbedaan di dalam
penampilan genetik, pangalaman hidup, dan interaksi dengan lingkungan.
l Individu juga berhubungan dengan
persepsi seseorang dan secara langsung mempengaruhi bagaimana seseorang akan
berpikir, berperasaan, dan bertindak dalam suatu situasi. Bidang persepsi
(Perceptual field) adalah istilah yang digunakan untuk menjabarkan pandangan
seseorang secara sadar tentang suatu pengalaman pada waktu tertentu. Tidak ada
orang yang memiliki bidang persepsi yang sama.
l Tiga fakor utama yang mempengaruhi
persepsi individu:
Kebutuhan
Nilai-nilai atau keyakinan
Konsep diri.
l Konsep Holistik
Perawat memandang individu
sebagai keseluruhan yang utuh atau holistik, dan bukanlah gabungan dari
bagian-bagian atau proses – proses.
Bila
diaplikasikan pada manusia, maka konsep holistik menekankan fakta bahwa perawat
harus tetap memandang keseluruhan individu dan berusaha memahami bagaimana
perhatian tertentu klien berhubungan dengan keseluruhan individu. Karena itu
bila menganalisa satu bagian dari seseorang, perawat harus mempertimbangkan
bagaimana bagian tersebut saling berhubungan
dengan yang lainnya. Perawat juga harus memperhatikan interaksi dan hubungan
individu dengan lingkungan eksternal dan
yang lainnya.
l Konsep Homeostatis.
Konsep homeostatis pertama kali
di introduksi oleh WB Cannon (1939) untuk mendeskripsikan kekonstanan relatif
dari proses internal dalam tubuh, seperti kadar oksigen dan karbondioksida
dalam darah, tekanan darah, suhu tubuh, gula darah, dan keseimbangan cairan dan
elektrolit.
l Menurut Cannon kata
“homeostatis” tidak berarti sesuatu yang stagnasi atau tidak bergerak,
tetapi berarti sesuatu kondisi yang mungkin bervariasi tetapi relatif tetap
konstan. Homeostatis merupakan kecenderungan tubuh untuk mempertahankan suatu
keadaan yang seimbang sementara secara terus -
menerus berubah. Pada manusia homeostatis dapat dibagi ke dalam
homeostasis fisiologis dan homeostasis psikologis.
l Homeostatis Fisiologis
Mekanisme homeostatus memiliki
empat karakteristik yaitu:
Self regulating
Compensatory
Diregulasi oleh sistem umpan
balik negatif.
Membutuhkan beberapa mekanisme
umpan balik untuk memperbaiki suatu ketidakseimbangan fisiologis.
Homeostasis
Psikologis.
Beberapa Pandangan Teoritis tentang Manusia
l Teori Sistem
Manusia adalah suatu sistem
terbuka yang terdiri dari sub sistem-sub sistem yang saling berhubungan. Karena
manusia merupakan mahluk bio, psiko-sosial dan spritual
l Teori Adaptasi
Adaptasi merupakan suatu proses
perubahan yang memungkinkan individu untuk berespon terhadap perubahan
lingkungan tetapi tetap mempertahankan integritas atau keutuhan dirinya
(Levine, 19669).
l Teori Interaksi
Menurut King ( 1976) perhatian
utama keperawatan adalah perilaku manusia, interaksi sosial dan pergerakan
sosial
Kebutuhan
Manusia
Hirarki
Kebutuhan Maslow
l Dalam urutannya kelima kategori
tersebut adalah:
Kebutuhan fisiologis
Keselamatan dan Keamanan
Cinta dan dicintai
Harga diri
Aktualisasi diri
Hirarki
Kebutuhan Kalish
Richard
Kalish (1977) mengadaptasi hirarki kebutuhan Maslow ke dalam enam tingkat. Dia
menyarankan suatu tambahan kategori kebutuhan diantara kebutuhan fisiologi dan
keamanan. Ketegori ini adlaah kebutuhan stimullasi yang meliputi : seksual,
aktifitas, eksplorasi, manipulasi, mencari hal baru.
Faktor - faktor yang mempengaruhi kepuasan akan
kebutuhan
Banyak faktor yang mempengaruh kemampuan
individu dalam memuaskan kebutuhan mereka.
l Adanya penyakit
l Hubungan yang penting
l Konsep diri
l Tahap perkembangan.
Penentuan
Prioritas Kebutuhan
l Perawat dapat membantu klien untuk
memenuhi beberapa kebutuhan secara bersamaan. Kebutuhan yang berhubungan dengan
anccaman kehidupan seperti mengatasi klien yang kekurangan oksigen,
kegawatdaruratan psikistri misalnya tingkah laku bunuh diri, selalu diasumsikan
sebagai prioritas utama
l Latar belakang sosial ekonomi dan budaya juga
mempengaruhi bagaimana seseorang menyususn prioritas mereka misalnya para istri
mungkin mempunyai persepsi bahwa menyiapkan sarapan pagi untuk suami lebih
penting daripada beristirahat.
5 (lima)
Kebutuhan Dasar Manusia menurut “ MASLOW” :
l Kebutuhan Fisiologi ( Physiological
Needs)
l Kebutuhan rasa aman dan perlindungan
(safety and selfrity need)
l Kebutuhan rasa dicintai, memiliki
dan dimiliki (love and belonging needs)
l Kebutuhan harga diri (Self Esteem
Needs)
l Kebutuhan aktualisasi diri (Self
actualization needs)
KEBUTUHAN FISIOLOGIS
l Oksigen dan pertukaran gas -
Istirahat dan tidur
l Cairan - Aktivitas
l Makanan - Kebutuhan Suhu Tubuh
l Eliminasi - Jenis kelamin/Gender
KEBUTUHAN RASA AMAN (aspek dan
psikologis)
l Kebutuhan akan perlindungan dari
udara dingin, panas, kecelakaan, infeksi.
l Bebas dari ketakutan, kecemasan
KEBUTUHAN RASA CINTA, MEMILIKI DAN
DIMILIKI
l Memberi dan menerima kasih saying,
kehangatan, persahabatan.
l Mendapat tempat dalam keluarga dan
kelompok social
KEBUTUHAN HARGA DIRI
l Perasaan tidak tergantung, kompeten,
respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
KEBUTUHAN PERWUJUDAN DIRI
l Dapat mengenal diri dengan baik,
tidak emosional, punya dedikasi tinggi, kreatif, percaya diri dan sebaginya.
l KARAKTERISTIK KEBUTUHAN DASAR
MANUSIA
l Setiap orang mempunyai kebutuhan
dasar yang sama di mana setiap kebutuhan dimodifikasi sesuai kultur.
l Seseorang memenuhi kebutuhannya
sesuai, prioritas
l Walaupun kebutuhan umumnya harus
dipenuhi, beberapa kebutuhan dapat ditunda
l Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan
menghasilkan ketidakseimbangan homeostatic.
l Kebutuhan dapat membuat seseorang
berpikir dan bergerak untuk memenuhi rangsang internal dan eksternal.
l Seseorang dapat merasakan adanya
kebutuhan dapat berespon dengan berbagai cara.
l Kebutuhan saling berkaitan, beberapa
kebutuhan yang tidak terpenuhi akan mempengaruhi kebutuhan lainnya.
l Konsep Diri
l Mempunyai kemampuan individu untuk
memenuhi kebutuhan dan juga kesadarannya apakah kebutuhan terpenuhi atau tidak
l Individu yang merasa dirinya baik,
mudah untuk berubah, mengenal kebutuhan dan mengembang cara yang sehat untuk
memenuhi kebutuhan.
l Tahap Perkembangan
l Menurut Erikson ] Jika individu dapat membina
hubungan intimacy, maka kebutuhan cinta dan rasa memiliki terpenuhi.

No comments:
Post a Comment