http-equiv='refresh'/> ofq: Penjelasan KONSEP MANUSIA DAN KEBUTUHANNYA (KDM)

Friday, June 3, 2016

Penjelasan KONSEP MANUSIA DAN KEBUTUHANNYA (KDM)

KONSEP MANUSIA DAN KEBUTUHANNYA (KDM)

KONSEP MANUSIA DAN KEBUTUHANNYA
Pendahuluan
                Salah satu bagian yang penting dalam paradigma keperawatan adalah manusia yang merupakan titik sentral dalam pelayanan keperawatan. Untuk dapat memeberikan palayanan keperawatan tersebut, perawat perlu memahami konsep manusia sebagai individu yang holistik, konsep homeostatis, berbagai pandangan teoritis tentang manusia serta konsep – konsep kebutuhan manusia.
Konsep Individualitas
                Untuk membantu klien mencapai, mempertahankan atau meningkatkan taraf kesehatan yang optimal, perlu dipahami klien sebagai individu. Tiap individu adalah mahluk yang unik yang berbeda dengan setiap individu yang lainnya, dengan perbedaan – perbedaan di dalam penampilan genetik, pangalaman hidup, dan interaksi dengan lingkungan.
l  Individu juga berhubungan dengan persepsi seseorang dan secara langsung mempengaruhi bagaimana seseorang akan berpikir, berperasaan, dan bertindak dalam suatu situasi. Bidang persepsi (Perceptual field) adalah istilah yang digunakan untuk menjabarkan pandangan seseorang secara sadar tentang suatu pengalaman pada waktu tertentu. Tidak ada orang yang memiliki bidang persepsi yang sama.
l  Tiga fakor utama yang mempengaruhi persepsi individu:
                Kebutuhan
                Nilai-nilai atau keyakinan
                Konsep diri.
l  Konsep Holistik
                Perawat memandang individu sebagai keseluruhan yang utuh atau holistik, dan bukanlah gabungan dari bagian-bagian atau proses – proses.
Bila diaplikasikan pada manusia, maka konsep holistik menekankan fakta bahwa perawat harus tetap memandang keseluruhan individu dan berusaha memahami bagaimana perhatian tertentu klien berhubungan dengan keseluruhan individu. Karena itu bila menganalisa satu bagian dari seseorang, perawat harus mempertimbangkan bagaimana bagian  tersebut saling berhubungan dengan yang lainnya. Perawat juga harus memperhatikan interaksi dan hubungan individu dengan lingkungan eksternal dan  yang  lainnya.

l  Konsep Homeostatis.
                Konsep homeostatis pertama kali di introduksi oleh WB Cannon (1939) untuk mendeskripsikan kekonstanan relatif dari proses internal dalam tubuh, seperti kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah, tekanan darah, suhu tubuh, gula darah, dan keseimbangan cairan dan elektrolit.

l  Menurut Cannon  kata  “homeostatis” tidak berarti sesuatu yang stagnasi atau tidak bergerak, tetapi berarti sesuatu kondisi  yang  mungkin bervariasi tetapi relatif tetap konstan. Homeostatis merupakan kecenderungan tubuh untuk mempertahankan suatu keadaan yang seimbang sementara secara terus -  menerus berubah. Pada manusia homeostatis dapat dibagi ke dalam homeostasis fisiologis dan homeostasis psikologis.
l  Homeostatis Fisiologis
                Mekanisme homeostatus memiliki empat karakteristik yaitu:
                Self regulating
                Compensatory
                Diregulasi oleh sistem umpan balik negatif.
                Membutuhkan beberapa mekanisme umpan balik untuk memperbaiki suatu ketidakseimbangan fisiologis.
Homeostasis Psikologis.

Beberapa  Pandangan Teoritis tentang Manusia
l  Teori Sistem
                Manusia adalah suatu sistem terbuka yang terdiri dari sub sistem-sub sistem yang saling berhubungan. Karena manusia merupakan mahluk bio, psiko-sosial dan spritual
l  Teori Adaptasi
                Adaptasi merupakan suatu proses perubahan yang memungkinkan individu untuk berespon terhadap perubahan lingkungan tetapi tetap mempertahankan integritas atau keutuhan dirinya (Levine, 19669).
l  Teori Interaksi
                Menurut King ( 1976) perhatian utama keperawatan adalah perilaku manusia, interaksi sosial dan pergerakan sosial
Kebutuhan Manusia
Hirarki Kebutuhan Maslow
l  Dalam urutannya kelima kategori tersebut adalah:
                Kebutuhan fisiologis
                Keselamatan dan Keamanan
                Cinta dan dicintai
                Harga diri
                Aktualisasi diri
Hirarki Kebutuhan Kalish
Richard Kalish (1977) mengadaptasi hirarki kebutuhan Maslow ke dalam enam tingkat. Dia menyarankan suatu tambahan kategori kebutuhan diantara kebutuhan fisiologi dan keamanan. Ketegori ini adlaah kebutuhan stimullasi yang meliputi : seksual, aktifitas, eksplorasi, manipulasi, mencari hal baru.
Faktor  - faktor yang mempengaruhi kepuasan akan kebutuhan
    Banyak faktor yang mempengaruh kemampuan individu dalam memuaskan kebutuhan mereka.
l  Adanya penyakit
l  Hubungan yang penting
l  Konsep diri
l  Tahap perkembangan.
Penentuan Prioritas Kebutuhan
l  Perawat dapat membantu klien untuk memenuhi beberapa kebutuhan secara bersamaan. Kebutuhan yang berhubungan dengan anccaman kehidupan seperti mengatasi klien yang kekurangan oksigen, kegawatdaruratan psikistri misalnya tingkah laku bunuh diri, selalu diasumsikan sebagai prioritas utama
l  Latar  belakang sosial ekonomi dan budaya juga mempengaruhi bagaimana seseorang menyususn prioritas mereka misalnya para istri mungkin mempunyai persepsi bahwa menyiapkan sarapan pagi untuk suami lebih penting daripada beristirahat.


5 (lima) Kebutuhan Dasar Manusia menurut “ MASLOW” :
l  Kebutuhan Fisiologi ( Physiological Needs)
l  Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and selfrity need)
l  Kebutuhan rasa dicintai, memiliki dan dimiliki (love and belonging needs)
l  Kebutuhan harga diri (Self Esteem Needs)
l  Kebutuhan aktualisasi diri (Self actualization needs)

KEBUTUHAN FISIOLOGIS
l  Oksigen dan pertukaran gas - Istirahat dan tidur
l  Cairan - Aktivitas
l  Makanan - Kebutuhan Suhu Tubuh
l  Eliminasi - Jenis kelamin/Gender
KEBUTUHAN RASA AMAN (aspek dan psikologis)
l  Kebutuhan akan perlindungan dari udara dingin, panas, kecelakaan, infeksi.
l  Bebas dari ketakutan, kecemasan
KEBUTUHAN RASA CINTA, MEMILIKI DAN DIMILIKI
l  Memberi dan menerima kasih saying, kehangatan, persahabatan.
l  Mendapat tempat dalam keluarga dan kelompok social
KEBUTUHAN HARGA DIRI
l  Perasaan tidak tergantung, kompeten, respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
KEBUTUHAN PERWUJUDAN DIRI
l  Dapat mengenal diri dengan baik, tidak emosional, punya dedikasi tinggi, kreatif, percaya diri dan sebaginya.

l  KARAKTERISTIK KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
l  Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama di mana setiap kebutuhan dimodifikasi sesuai kultur.
l  Seseorang memenuhi kebutuhannya sesuai, prioritas
l  Walaupun kebutuhan umumnya harus dipenuhi, beberapa kebutuhan dapat ditunda
l  Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan menghasilkan ketidakseimbangan homeostatic.
l  Kebutuhan dapat membuat seseorang berpikir dan bergerak untuk memenuhi rangsang internal dan eksternal.
l  Seseorang dapat merasakan adanya kebutuhan dapat berespon dengan berbagai cara.
l  Kebutuhan saling berkaitan, beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi akan mempengaruhi kebutuhan lainnya.
l  Konsep Diri
l  Mempunyai kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan dan juga kesadarannya apakah kebutuhan terpenuhi atau tidak
l  Individu yang merasa dirinya baik, mudah untuk berubah, mengenal kebutuhan dan mengembang cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan.
l  Tahap Perkembangan
l  Menurut Erikson ] Jika individu dapat membina hubungan intimacy, maka kebutuhan cinta dan rasa memiliki terpenuhi.

No comments:

Post a Comment