http-equiv='refresh'/> ofq: Tabel

Friday, February 15, 2019

Tabel



ANALISA DATA


Nama Klien/Umur                   : Tn. Rm (55 tahun)                            
Ruang/No Kamar/Bed                        : SHKJ 4 kanan 4211 bed 1                           
Tgl
Data Subjektif (DS)
(Keluhan Pasien + laporan keluarga)
Data Objektif (DO)
(hasil observasi, pemeriksaan fisik, laboratorium, diagnostik)
Masalah Keperawatan
(Kesimpulan DS dan DO)
Diagnosa Keperawatan (PES)

29/11/10



-          Klien mengatakan nyeri dibagian lutut kiri dan bahu kanannya


-       Wajah klien tampak menahan nyeri
P= nyeri bertambah saat 
       beraktifitas seperti 
       jongkok
Q= nyeri tajam seperti
      tertusuk – tusuk pisau
R= nyeri dirasakan pada lutut  kiri dan  bahu kanan
S= skala nyeri 4 dari 1-10
T= nyeri dirasakan kontinu
      sejak 1 tahun lalu sebelum masuk RS
-       Vital Sign:
BP    : 140/90 MmHg
P       : 100x/menit
RR    : 24x/menit
T       : 36,6 °C
-       Klien mengalami diaphoresis
-       Klien tampak memijat – mijat lutut kiri dan bahu kanannya saat dilakukan pengkajian
-          Gambaran radiologi foto X-Ray konvensional lutut tampak osteofit pada pinggir sendi (osteoarthritis)
-          Pada pemeriksaan arthroskopi tampak fibrilasi pada kartilago

Nyeri kronis

Nyeri kronis berhubungan dengan kerusakan tulang rawan sendi (terjadinya osteofit dan fibrilasi pada karligo) ditandai dengan klien mengatakan nyeri dibagian lutut kiri dan bahu kanannya, wajah klien tampak menahan nyeri, dengan: P = nyeri bertambah saat beraktifitas seperti jongkok, Q= nyeri tajam seperti tertusuk – tusuk pisau, R= nyeri dirasakan pada lutut   kiri dan  bahu kanan, S= skala nyeri 4 dari 1-10, T= nyeri dirasakan kontinu sejak 1 tahun lalu sebelum masuk RS, vital Sign: BP : 140/90 MmHg, P: 100x/menit, RR: 24x/menit, T: 36,6 °C, klien mengalami diaphoresis dan tampak memijat – mijat lutut kiri dan bahu kanannya saat dilakukan pengkajian
30/11/10


-         Pasien berulang kali menanyakan ”Apa jenis penyakit saya, sus ?”, apa penyebabnya?” selama pengkajian dilakukan
-       Klien tampak kebingungan ketika ditanya mengenai penyakitnya
-       Klien tidak dapat menjawab pertanyaan mengenai penyebab dan terapi penyakit yang yang dijalaninya
Ketidakefektifan manajemen regimen terapeutik
Ketidakefektifan manajemen regimen terapeutik berhubungan dengan kurangnya pengetahuan klien mengenai proses penyakit serta terapi yang dijalaninya.ditandai dengan Pasien berulang kali menanyakan ”Apa jenis penyakit saya, sus ?”, apa penyebabnya?” selama pengkajian dilakukan, klien tampak kebingungan ketika ditanya mengenai penyakitnya, klien tidak dapat menjawab pertanyaan mengenai penyebab dan terapi penyakit yang yang dijalaninya
1/12/10
-          Klien mengeluh persendian bahu kanan terasa kaku dan sulit digerakkan setelah bangun tidur
-          Klien mengatakan sulit mengambil benda – benda berat disekelilingnya




-       Klien terlihat memijat - mijat bahunya ketika baru bangun tidur
-       Klien berusaha melakukan teknik relaksasi dengan cara meregangkan bahunya
-      Klien memberi minyak urut ke bahunya
Intoleran aktifitas
Intoleran aktifitas berhubungan dengan faktor usia yang sudah lansia yang mengakibatkan penurunan fungsi tulang dan sendi serta melemahnya kekuatan otot ditandai dengan Klien mengeluh persendian bahu kanan terasa kaku dan sulit digerakkan setelah bangun tidur, klien mengatakan sulit mengambil benda – benda berat disekelilingnya, klien terlihat memijat - mijat bahunya ketika baru bangun tidur, klien berusaha melakukan teknik relaksasi dengan cara meregangkan bahunya, klien memberi minyak urut ke bahunya
2/12/10
-       Klien mengatakan takut jatuh kalau berjalan jauh sehingga malas keluar rumah sakit

-       Klien terlihat berhati – hati ketika berjalan
-          Klien selalu berada di Rumah Sakit dan jarang keluar
-          Klien lebih suka tidur di banding berjalan
-       Klien terlihat kesulitan ketika berjalan dengan cara menyeret – nyeret kakinya
-       Klien memegang tembok atau benda – benda disekitarnya ketika berjalan
Resiko tinggi cedera
Resiko tinggi cidera berhubungan dengan faktor usia yang sudah lansia yang mengakibatkan penurunan fungsi tulang dan sendi ditandai dengan klien mengatakan takut jatuh kalau berjalan jauh sehingga malas keluar rumah sakit, Klien terlihat berhati – hati ketika berjalan, selalu berada di rumah sakit dan jarang keluar, lebih suka tidur di banding berjalan, terlihat kesulitan ketika berjalan dengan cara menyeret – nyeret kakinya, memegang tembok atau benda – benda disekitarnya ketika berjalan

No comments:

Post a Comment